Berita

How Boarding Schools Are Building a Greener Islam

Several hours outside of Jakarta, Indonesia, in the city of Bandung, a school called Daarut Tauhid serves as a model for what’s to come. It functions as an “ekopesantren,” incorporating environmental studies and sustainable practices into religious education for Muslim youth. This school has grown thanks to leadership and guidance from Dr. Fachruddin Mangunjaya, Indonesia’s foremost scholar-practitioner bridging Islam and conservation. This article is Part II of a two-part series on the Eco-Islam movement. Read Part I. Dr. Mangunjaya believes the pesantren’s religious

How Islamic Schools Are Teaching Children to Love the Environment

By Annelise Jolley Indonesia is one of our planet’s “megadiverse” countries, comprising an astonishing array of flora, fauna, and undomesticated beauty. The archipelago nation is home to 12 percent of the world’s mammals, 16 percent of its reptiles, and ecosystems ranging from mangroves to coral reefs to tropical rainforests. Orangutans, tigers, and elephants roam the wild spaces. But the country’s two largest exports—coal and palm oil—take a heavy environmental toll. Widespread deforestation and carbon emissions cause flooding, drought, wildfires, and climbing

Integrasikan Ajaran Islam dan Lingkungan Hidup, Universitas Nasional dan Kemenag Luncurkan Program Ekopesantren di Wilayah Jawa dan Sumatera.

JAKARTA –Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (Unas), Jakarta meluncurkan Program Ekopesantren yang bertujuan untuk mengintegrasikan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan (science) terkait alam dan lingkungan dalam sistem pendidikan dan kegiatan di pondok pesantren. Program ini mendapat dukungan dari Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama RI Acara peluncuran program Ekopesantren ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman Program Ekopesantren oleh Direktir PD Pontren, Waryono Abdul Ghofur dan Ketua Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional Fachruddin Mangunjaya, di Auditorium Cyber Library, Universitas Nasional, Rabu

Tim Ekopesantren Sowan ke Para Kiyai dan Pesantren

JOGJAKARTA, PPI UNAS ( 31/5) Sebagai tindak lanjut implementasi Program Ekopesantren, tim Pusat Pengajian Islam (PPI) UNAS, melakukan kunjungan, mengunjungi beberapa tokoh pesantren guna memberikan penjelasan akan adanya Program Ekopesantren yang akan diusung selama 3 tahun ini oleh tim ekopesantren Universitas Nasional. “Kegiatan ini adalaah  silaturahim, menemui para tokoh pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogjakarta. Untuk menjelaskan seperti apa program ekopesantren yang digagas,” ujar Dr Fachruddin Mangunjaya, yang memimpin kunjungan ke arah Jawa Tengah, DIY dan

Can a ‘green Islam’ save Indonesia from climate collapse?

Calls for an environmentally conscious form of Islam are growing in Indonesia, as climate change poses enormous ecological challenges for the country. Experts say it could change society’s approach to climate efforts. Following the publication of an alarming report by the Intergovernmental Panel on Climate Change, Indonesia is once again at the center of the global climate debate. As the world’s largest exporter of coal and palm oil, the country has a major impact on the global climate crisis. Yet the

Dirjen Pendidikan Islam: Ekopesantren Wujudkan integrasi Sains dan Islam

Jakarta (PPI-UNAS) –Dirjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama  Prof. Muhammad Ali Ramdhani, menerima tim kerja Program Ekopesantren (Rabu, 24/5).  Didampingi Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dr. Waryono Abdul Gafur,MA. “Sudah lama saya mencita-citakan integrasi agama dan ilmu ilmiah (sains), dan ini saya sangat bersyukur, pesantren dapat memulai dari lingkungan hidup dan menjawab perubahan iklim,” ujar Dirjan Muhammad Ali, menambahkan. Lihat: Islamic Declaration on Global Climat Change Beliau mengakui, kapasitas yang harus diperkuat di dunia pesantren adalah integrasi sains dan

KLHK Sambut Baik Program Ekopesantren

JAKARTA, PPI UNAS (13/4) –Tim Program Ekopesantren mengadakan silaturahim dan konsultasi untuk mendapatkan arahan tentang gagasan program Ekopesantren, yang diusung oleh Tim PPI UNAS. Kunjungan tersebut disambut dengan baik dan antusias, oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr Alue Dohong, di kantor Taman Arboreturm Manggala Wanabhakti, tidak jauh tempat kerja beliau di Gedung Manggala Wanabhakti. “Saya menyambut baik gagasan ini, karena ini sangat strategis dan impactnya sangat besar. Selain selaras dengan budaya dan kekhasan Indonesia. Ekopesantren,” ujar beliau.

Simulasi Modul Pendidikan Lingkungan Hidup dan Konservasi di Pondok Pesantren

Kampar-PPI Unas. Sebagai persiapan dalam pengembangan program ekopesantren, Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (PPI-Unas) menyelenggarakan kegiatan simulasi modul pendidikan lingkungan hidup dan konservasi yang berlangsung di Pesantren Assalam Naga Beralih, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (02/11/2021) Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang mewakili santri, pengurus dan pengajar di lingkungan pesantren. Dalam sambutannya, Ketua PPI-Unas, Dr. Fachruddin Mangunjaya menyampaikan, simulasi di Pesantren Assalam Naga Beralih merupakan kegiatan percontohan untuk pengembangan program ekopesantren, sebuah program yang dirancang untuk mengintegrasikan antara nilai-nilai ajaran Islam 

Memperkenalkan Ekopesantren, Program PPI-Unas Kerjasama dengan ICSR Kepada Kemenag

Jakarta (UNAS) – Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional  dalam setahun ini sedang menjalankan program hibah Ekopesantren. Program ini juga bekerjasama dengan ICSR (Indonesia Consortium for Religions Studies). Rabu (24/11/2021), dalam rangka memperkuat pelaksanaan program ekopesantren ini, PPI-Unas bersama ICSR memperkenalkan program tersebut kepada Kementerian Agama Republik Indonesia. Program ekopesantren dikembangkan untuk mengintegrasikan antara ajaran agama Islam dengan ilmu pengetahuan lingkungan dalam pendidikan pesantren. Sebagai upaya membangun generasi muslim Indonesia yang siap menghadapi tantangan global sebagai perubahan iklim. Peneliti ICSR Dicky Sofjan, Ph.D.,

PD PONTREN : Bersinergi Hadapi Tantangan Lingkungan dan Perubahan Iklim

JAKARTA-PPI UNAS (22/2)-Direktur Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Dr Waryono Abul Ghafur, MA, didampingi oleh kepala sub direktorat Kasubdit Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah, Dra. Hj. Siti Sakdiyah, M.Pd, Kasubdit Pendidikan Kesetaraan Rahmawati, S.Psi, MM, dan Kasubdit Pendidikan Alquran​ Dr. Mahrus, M.Ag, menyambut baik rombongan PPI Selasa (22/2) di kantor Kementerian Agama RI, Lt8. Silaturahmi dengan Direktur Diniyah dan Pondok Pesantren KEMENAG RI Dalam sambutannya Direktur menuturkan tentang pentignya sinergi dalam program-program Pendidikan Islam kedepan. Beliau juga mengemukaan keterbukaan kerjasama dalam memperkuat